KELILING MALANG TEMPOE DOELOE 2 ORANG CUMA Rp 45.500 !!!
(EXP) Apa tuh mager-mageran!? sorry to say ga kenal HAHAHAH
(REAL) Ya Ampun.. males banget cucian numpuk pengen tidur aja dari kemarin jam tidur berkurang bla bla bla bla qwertyuiolkjnbxvczn !@#$%^$#@
Pada akhirnya, jiwa-jiwa kemalezanq harus mengalah. Dan, weekend kemarin, aku memilih jalan untuk "being productive" *yeay! karena memang sebelumnya sudah menyusun jadwal bersama salah seorang travellmate yang kebetulan mantan Arek Rantau Ngalam (Anak Rantau Malang) pada zamannya, karena sehobi juga, hobi kulineran dan hobi jalan jadi kami collab aja~ Ashiaaap!!
On The Way dengan ketidakjelasan, pemberhentian pertama kami yaitu di Es Lejen Ketan Hitam Pasbes (begitu orang menyebutnya, karena lejen sudah hampir 30th) di sebelah barat pas Pasar Besar Malang.Subhanallahhh... cuma Rp 4.000 tenggorokan langsung berhenti demo.
Yup! selamat datang kembali rutinitas Senin-Jumat. Cheer!
At least reader, i do love you and thank you so much for having my blog.
don't forget reading while relax.
selalu tunggu Faza's Extraordinary Story selanjutnya yah :)
Big Love :
Faza
(REAL) Ya Ampun.. males banget cucian numpuk pengen tidur aja dari kemarin jam tidur berkurang bla bla bla bla qwertyuiolkjnbxvczn !@#$%^$#@
Pada akhirnya, jiwa-jiwa kemalezanq harus mengalah. Dan, weekend kemarin, aku memilih jalan untuk "being productive" *yeay! karena memang sebelumnya sudah menyusun jadwal bersama salah seorang travellmate yang kebetulan mantan Arek Rantau Ngalam (Anak Rantau Malang) pada zamannya, karena sehobi juga, hobi kulineran dan hobi jalan jadi kami collab aja~ Ashiaaap!!
On The Way dengan ketidakjelasan, pemberhentian pertama kami yaitu di Es Lejen Ketan Hitam Pasbes (begitu orang menyebutnya, karena lejen sudah hampir 30th) di sebelah barat pas Pasar Besar Malang.Subhanallahhh... cuma Rp 4.000 tenggorokan langsung berhenti demo.
![]() |
| Es Rp 4.000x 2 + tambahan 1 roti Rp 3.000 + Parkir tak terduga Rp 2.000= Rp 13.0000 |
Aku memang cukup sering membeli Es Lejen ini. Hanya saja SMP (Selesai Minum Pulang) jadi enggak pernah tahu sama sekali kalau sekitar 50 meter ke barat tempat ini ada Museum Bentoel.
Museum Bentoel ini dulunya adalah rumah pendiri pabrik rokok ternama di Kota Malang bernama Ong Hok Liong pada tahun 1930 yang merupakan anggota dari British American Tobacco Group sangat jaya pada zamannya bahkan sampai sekarang. Dan jika reader yang membaca ini adalah perokok aktif, pasti reader ga asing lagi dengan rokok kretek merk Dunhill Filter, Dunhill Mild, Club MIld, Lucky Strike Mild Star Mild dan masih buaaaanyak lagi, adalah berbagai transformasi jenis produk rokok milik Bentoel Group dari tahun ke tahun.
![]() |
| " Merokok Membunuhmu. Aku Mencintaimu " Faza, 21 thn. |
Dari perjalanan karir opa Ong Hok Liong bersama tetangganya, yang dimulai dari nol sampai sekarang masih tetap menguasai 7% pangsa pasar kategori produsen rokok di Indonesia ini, aku percaya dan belajar bahwa ketekunan membuahkan keberhasilan. Semoga nanti aku dan readers bisa tekun dan sukses di jalan masing-masing ya. Aamiin...
Perjalanan kami menapaki kehidupan Malang kota tua yang dulu jauh berbeda dengan kehidupan millenial seperti sekarang, hijrah ke daerah Kauman dan daerah Pasar Comboran, Kasin. Pasar Comboran ini pasar yang menjual barang-barang bekas dan antik. jadi, kalau reader termasuk kolektor barang antik, boleh mengunjungi pasar ini. Tapi kalo barang bekas dan antik seperti... maaf (MANTAN) 1000% ga di anjurkan karena berisiko gagal move on wkwkwkwkwk.
Di spot agenda ini, kami hanya membayar parkir Rp 2.000 lalu berkeliling ria (macak ala2 backpacker) sampai ke Jl. Laksamana Martadinata sambil menikmati gedung-gedung tua zaman Belanda yang sampai sekarang masih berdiri kokoh.Saran: kalo reader tipe orang yang males jalan, mending pake motor saja ya akwokwokwok
Katanya sih.. " Belum ke Malang kalau belum ke Kampung Wisata Jodipan dan Kampung Arema ". Kedua kampung ini sekarang lagi jadi ikonnya kota Malang. kalo Italia punya Venice, kalo Malang punya Jodipan hehehe. Warna biru kampung ini identik dengan warna biru club sepakbola Malang (Arema Singo Edan). Di seberang jembatannya juga ada kampung tridi dan kampung warna warni ala-ala Italian.
Tapi, karena senja sedang memancarkan jingga nya (indie folk abz) alias menuju magrib, yasudah menggok bentar ke kang parkir Rp 2.000 take pictures Kampung Arema cuma bentar. Soalnya aku suka keinget kata emak dulu kalo magrib cepet-cepet pulang rumah nanti diculik gunduruwo hahahahaha
Tapi tapi tapi.....
suatu jalan-jalan ga akan pernah afdhol jika tidak di awali dan di akhiri dengan acara makan. Dan akhir dari jalan-jalan edisi KELILING MALANG TEMPOE DOELOE BUDGET Rp 45.500 ini kami akhiri dengan mengeksekusi 5 piring surabi.
HAHAHAHAHA (tertawa kekenyangan).
Reader juga harus ya nyoba Surabi Imut 45 Rasa yang sudah ada sejak 1998 (seumuran yah sama aku) yang sampai sekarang masih melegenda dan TIDAK BUKA CABANG ini. Varian rasanya benar-benar 45 rasa; durian, kacang susu, kacang keju, misis, blueberry, strawberry, mangga (pokoknya sampai 45 rasa deh!) dan yang pasti sangat murahhhhhh. 1 piring surabi imut berkisar mulai Rp 2.500 sampai Rp 3.500 aja.
Setelah melihat foto selfie dibawah, mohon reader tidak dianjurkan untuk membully karena 5 piring 2 orang hahahaha
Sehingga, realisasi anggaran yang akan di ajukan kedalam SPJ GU (accounting for lyfe) adalah sebesar Rp 45.500 dengan rincian biaya :
Di spot agenda ini, kami hanya membayar parkir Rp 2.000 lalu berkeliling ria (macak ala2 backpacker) sampai ke Jl. Laksamana Martadinata sambil menikmati gedung-gedung tua zaman Belanda yang sampai sekarang masih berdiri kokoh.Saran: kalo reader tipe orang yang males jalan, mending pake motor saja ya akwokwokwok
Katanya sih.. " Belum ke Malang kalau belum ke Kampung Wisata Jodipan dan Kampung Arema ". Kedua kampung ini sekarang lagi jadi ikonnya kota Malang. kalo Italia punya Venice, kalo Malang punya Jodipan hehehe. Warna biru kampung ini identik dengan warna biru club sepakbola Malang (Arema Singo Edan). Di seberang jembatannya juga ada kampung tridi dan kampung warna warni ala-ala Italian.
Tapi, karena senja sedang memancarkan jingga nya (indie folk abz) alias menuju magrib, yasudah menggok bentar ke kang parkir Rp 2.000 take pictures Kampung Arema cuma bentar. Soalnya aku suka keinget kata emak dulu kalo magrib cepet-cepet pulang rumah nanti diculik gunduruwo hahahahaha
![]() |
| Kampung Arema. Photo by : Fahru Rizki |
suatu jalan-jalan ga akan pernah afdhol jika tidak di awali dan di akhiri dengan acara makan. Dan akhir dari jalan-jalan edisi KELILING MALANG TEMPOE DOELOE BUDGET Rp 45.500 ini kami akhiri dengan mengeksekusi 5 piring surabi.
HAHAHAHAHA (tertawa kekenyangan).
Reader juga harus ya nyoba Surabi Imut 45 Rasa yang sudah ada sejak 1998 (seumuran yah sama aku) yang sampai sekarang masih melegenda dan TIDAK BUKA CABANG ini. Varian rasanya benar-benar 45 rasa; durian, kacang susu, kacang keju, misis, blueberry, strawberry, mangga (pokoknya sampai 45 rasa deh!) dan yang pasti sangat murahhhhhh. 1 piring surabi imut berkisar mulai Rp 2.500 sampai Rp 3.500 aja.
Setelah melihat foto selfie dibawah, mohon reader tidak dianjurkan untuk membully karena 5 piring 2 orang hahahaha
![]() |
| Surabi imut (5 piring) Rp 17.000 + Es teh Rp 3.500 + Es Milo Rp 6.000 + Parkir Rp 2.000 = Rp 28.500 |
- Es Lejen Ketan = Rp 11.000
- Surabi Imut = Rp 26.500
- Akumulasi Parkir = Rp 8.000
* Biaya bensin motor tidak termasuk karena selalu isi full (horang kaya hiya hiya hiya)
Daaaaan horeeeeeee!!! JALAN-JALAN KALI INI GA SAMPE GOCAP HAHAHA
I Love MURAH Very Much. Hidup Murah = Hemat. Hemat Pangkal Kaya. Jadi, Aku = Kaya
akwokwokwokwok..
Yup! selamat datang kembali rutinitas Senin-Jumat. Cheer!
At least reader, i do love you and thank you so much for having my blog.
don't forget reading while relax.
selalu tunggu Faza's Extraordinary Story selanjutnya yah :)
Big Love :
Faza






keren n bermanfaat blog nya....hehehe
BalasHapus